Eksplorasi Anggur Laut (Caulerpa sp.)
EKSPLORASI
SUMBERDAYA HAYATI LAUT
Dibuat
oleh :
Meisya
Zuhraiga Saragih (E1I020002)
Mahasiswa
Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu
EKSPLORASI ANGGUR LAUT (Caulerpa sp.)
PENDAHULUAN
Kurang
lebih 70 persen wilayah Indonesia terdiri dari laut, yang pantainya kaya akan
berbagai jenis sumber hayati, dan lingkungannya sangat potensial untuk
dikembangkan. Keadaan ini merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang keberhasilan
pembangunan yang serasi dan seimbang dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.
Oleh karena itu, masyarakat yang hidupnya di pesisir harus semaksimal mungkin
untuk memanfaatkan sumber daya hayati dari laut. Menurut La dan Wance (20219)
Masyarakat pesisir yang terdiri dari nelayan, pembudidaya ikan, pembudidaya
rumput laut, pengolah dan pedagang hasil laut, serta masyarakat lainnya dimana
kehidupan sosial ekonominya tergantung pada sumberdaya laut merupakan segmen
anak bangsa yang umumnya masih tergolong miskin. Kesejahteraan masyarakat
pesisir memerlukan program terobosan baru yang dapat meningkatkan akses mereka
terhadap modal, manajemen dan teknologi serta dapat mentransformasikan struktur
dan kultur masyarakat pesisir dan nelayan secara berkelanjutan. Terobosan yang
dimaksud yakni pemberdayaan bagi masyarakat pesisir yang ada di seluruh Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Rumput
laut tersebar luas dan dapat ditemukan di semua zona di bumi dari daerah kutub,
sedang hingga tropis. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai
yang panjang dan terletak di jantung Segitiga Terumbu Karang, pusat
keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Selanjutnya, pada tahun 1912,
van Bosse mendokumentasikan 782 spesies rumput laut di Indonesia, yang terdiri
dari 196 spesies rumput laut hijau, 452 spesies rumput laut merah, dan 134
spesies rumput laut coklat. Baru-baru ini, dilaporkan bahwa sekitar 1000
spesies rumput laut dapat ditemukan di Indonesia. Meskipun terdapat
keanekaragaman spesies rumput laut yang besar di Indonesia, hanya beberapa
spesies yang telah dimanfaatkan untuk industri makanan, suplemen, nutraceutical
dan cosmeceutical. Di antara spesies rumput laut tropis, Caulerpa racemosa
(dikenal sebagai anggur laut atau kaviar hijau) dan Ulva lactuca (dikenal
sebagai selada laut) yang termasuk dalam ganggang hijau (Chlorophyta) merupakan
sumber daya rumput laut yang belum banyak dieksploitasi di Indonesia (Pangestuti
et al., 2021).
Rumput
laut adalah salah satu tumbuhan laut yang sulit dibedakan antara bagian akar,
daun dan batang, seluruh bagaian tubuh rumput laut disebut dengan istilah
thallus. Berdasarkan pigmen warnanya rumput laut diklasifikasikan menjadi tiga
kelompok besar yaitu chorophyta, Rhodophyta dan Phaeophyta. Rumput laut sudah
diketahui memiliki kemampuan sebagai antioksidan, antibakteri dan
imunostimulan. Rumput laut mengadung molekul antioksidan seperti asam askorbat
dan glutation dalam keadaaan segar dan molekul antioksidan stabil seperti
karotenoid, polifenol (katekin dan phlorotannin), dan mikrosporin-asam amino
(Yanuarti dan Pratama, 2023).
Salah
satu jenis rumput laut yang potensial adalah Anggur Laut (Caulerpa sp.). Anggur
Laut merupakan jenis alga hijau yang belum banyak dimanfaatkan dan termasuk
dalam Feather Seaweed. Feather Seaweed dilaporkan sebagai makroalga yang
dapat dimakan, mempunyai zat bioaktif seperti anti bakteri, anti jamur, anti
tumor dan bisa digunakan untuk terapi tekanan darah tinggi dan gondok
(Yangthong, 2009). Anggur Laut di Indonesia dikenal dengan sebutan Latoh
(Jawa), Bulung Boni (Bali), Lawi-Lawi (Sulawesi), sedangkan di Jepang disebut
umi budo. Caulerpa sp. memiliki bentuk dan rasanya menyerupai telur ikan
caviar, sehingga dikenal sebagai ”green caviar”. Selain itu, makroalga
ini juga disebut Anggur Laut karena bentuknya menyerupai anggur (Septiyaningrum
et al., 2020).
Menurut
Mr dan Cahyanurani (2020) Pemanfaatan anggur laut saat ini masih banyak
mengandalkan alam, hanya sedikit yang tersedia melalui budidaya. Salah satu hal
yang penting untuk diperhatikan dalam membudidayakan anggur laut adalah
kualitas air. Kualitas air merupakan salah satu faktor yang memegang peranan
penting terhadap keberhasilan suatu usaha budidaya, kualitas air menjadi
patokan penting atas berhasil atau tidaknya suatu budidaya. Sehubungan dengan
hal tersebut, diperlukan kajian terkait kualitas air pada tambak budidaya
anggur laut selama masa pemeliharaan sebagai upaya untuk mengoptimalkan
pertumbuhan anggur laut dan meminimalkan terjadinya kegagalan dalam usaha budidayanya.
ISI
Anggur
laut merupakan salah satu jenis seafood yang cukup populer di Indonesia.
Terutama di daerah pesisir, anggur laut diolah menjadi hidangan lezat yang
sering disajikan sebagai menu makanan laut. Namun, masih banyak masyarakat yang
belum mengetahui tentang keberadaan anggur laut ini. Salah satu sumber daya
laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi adalah rumput laut. Menurut Zaw et
al., (2020) Rumput laut dapat digunakan sebagai sumber produk alami. Salah
satu jenis rumput laut yang potensinya masih belum banyak dimanfaatkan adalah
rumput laut hijau dari genus Caulerpa. Caulerpa merupakan salah
satu genera dari ganggang hijau yang dapat tumbuh di daerah tropis dan tropis
dan subtropis dan menjadi objek penelitian ini karena belum banyak diteliti
hingga saat ini dipelajari dengan baik sampai saat ini.
Karakterisitik
Caulerpa sp.
Caulerpa sp. merupakan alga hijau yang belum banyak dimanfaatkan dan termasuk dalam feather seaweed/ edible seaweed (rumput laut yang dapat dimakan). Habitat rumput laut Caulerpa sp. terdapat di zona subtidal bagian bawah, tumbuh menjalar di sela-sela bebatuan atau lamun dengan cara melekat pada substrat pasir atau pecahan batu karang, memiliki thalus lunak menyerupai tulang rawan, berwarna hijau muda, tumbuh di sela-sela batu karang, thalus melekat pada substrat dengan holdfast serabut; thalus dapat tumbuh menjalar panjang, diameter mencapai 0,5 mm; tingginya mencapai tinggi 15 cm menyerupai anggur atau silindris atau pipih, ramuli sedikit atau rapat dan tersusun radial, alternate, pinnate atau tidak teratur pada thalus tegak. Sampai saat ini rumput laut ini dipercaya memiliki manfaat sebagai bahan anestesi (caulerpin), obat antijamur, dan tekanan darah rendah. Anggur laut biasanya tumbuh di perairan yang dangkal dan berbatu. Selain itu, anggur laut juga membutuhkan lingkungan yang bersih dan sehat untuk dapat tumbuh dengan baik. Hal ini membuat anggur laut menjadi indikator kesehatan lingkungan laut di sekitarnya (Nursandi, 2014).
Potensi
Caulerpa sp
Menurut
Puspita et al., (2019) Potensi pengembangan rumput laut hijau ini cukup
besar karena mengandung zat gizi yang diperlukan tubuh, dan telah dikenal oleh
sebagian masyarakat. Beberapa jenis rumput laut merupakan sumber potensial
pangan fungsional yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan karena mengandung
senyawa kimia yang mempunyai aktivitas biologis (zat bioaktif). Senyawa aktif
biologis itu merupakan metabolit sekunder yang meliputi alkaloid, flavonoid,
terpenoid, tannin, dan saponin (Lantah et al., 2017). Umumnya rumput
laut memiliki kadar air yang cukup tinggi, sama seperti Caulerpa recemosa
sehingga rentan akan kerusakan jika tidak ditangani secara cepat. Perlu upaya
yang inovatif untuk memanfaatkan potensi lokal tersebut.
Caulerpa sp. atau yang sering disebut dengan anggur laut, merupakan salah satu jenis alga laut yang memiliki banyak potensi bagi manusia. Anggur laut dapat dijumpai di perairan dangkal di sekitar pesisir Indonesia, dan memiliki berbagai manfaat dan potensi dalam berbagai bidang. Berikut ini adalah beberapa potensi dari Caulerpa sp.:
- Potensi sebagai bahan pangan: Anggur laut dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, baik sebagai bahan utama maupun sebagai bahan tambahan. Anggur laut kaya akan nutrisi dan dapat digunakan sebagai bahan pangan alternatif yang sehat dan bergizi.
- Potensi sebagai bahan obat: Anggur laut mengandung senyawa aktif yang dapat digunakan sebagai bahan obat. Beberapa senyawa tersebut diketahui memiliki sifat antioksidan, antikanker, dan antibakteri.
- Potensi sebagai bahan kosmetik: Senyawa aktif dalam anggur laut juga dapat digunakan sebagai bahan kosmetik, seperti dalam produk perawatan kulit dan rambut.
- Potensi sebagai bahan baku industri: Anggur laut juga dapat digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai industri, seperti industri makanan, farmasi, dan kosmetik.
- Potensi sebagai biofilter: Anggur laut dapat digunakan sebagai biofilter dalam sistem akuaponik dan budidaya ikan, karena mampu menyerap zat-zat kimia dan menjaga kualitas air.
- Potensi sebagai indikator lingkungan: Anggur laut juga dapat digunakan sebagai indikator lingkungan, karena sensitif terhadap perubahan lingkungan, seperti peningkatan kadar logam berat dan polutan.
- Potensi sebagai bahan bakar: Beberapa jenis alga, termasuk anggur laut, memiliki potensi sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.
Dalam pengembangan potensi anggur laut, perlu
dilakukan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan untuk memastikan
ketersediaannya di masa depan. Selain itu, diperlukan juga penelitian lebih
lanjut untuk memperoleh informasi yang lebih detail tentang kandungan dan
potensi anggur laut (Picaulima et al., 2023).
Eksplorasi
anggur laut merupakan kegiatan untuk mencari, mengumpulkan, dan
mengidentifikasi jenis-jenis anggur laut yang ada di perairan tertentu.
Eksplorasi anggur laut dilakukan oleh para peneliti dan ahli kelautan untuk
mempelajari sifat dan karakteristik anggur laut, serta potensi dan manfaat yang
dapat diambil dari jenis-jenis anggur laut tersebut. Eksplorasi anggur laut
dilakukan dengan menggunakan berbagai alat seperti jaring, perahu selam, dan
instrumen khusus untuk mengambil sampel dari dasar laut. Kemudian, sampel
anggur laut tersebut dianalisis dan diidentifikasi untuk mengetahui jenis,
kandungan nutrisi, dan senyawa aktif yang terkandung di dalamnya.
KESIMPULAN
Eksplorasi
anggur laut sangat penting untuk menambah pengetahuan dan memperkaya sumber
daya alam Indonesia. Selain itu, hasil pencarian anggur laut dapat menjadi
dasar pengembangan inovasi produk terkait anggur laut seperti makanan,
obat-obatan dan kosmetik. Namun, eksplorasi anggur laut juga harus dilakukan
dengan sangat hati-hati karena dapat berdampak negatif bagi ekosistem laut jika
dilakukan dengan cara yang tidak berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu
diterapkan pengelolaan sumber daya alam laut yang berkelanjutan saat
mempelajari anggur laut. Eksplorasi anggur laut menjadi penting mengingat
potensi alga laut ini yang masih belum dimanfaatkan secara optimal di Indonesia.
Indonesia memiliki kekayaan alam laut yang melimpah, namun pengembangan potensi
alga laut masih sangat terbatas. Oleh karena itu, eksplorasi anggur laut perlu
dilakukan secara intensif untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi alga laut
dalam berbagai bidang.
DAFTAR PUSTAKA
La Suhu, B., dan Wance, M. 2019.
Pemberdayaan masyarakat petani rumput laut di kabupaten halmahera selatan
(studi desa mano kecamatan obi selatan). Journal Of Government (Kajian
Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah). 4(2), 156-172.
https://doi.org/10.52447/gov.v4i2.1456
Lantah PL, Montolalu LADY, dan Reo AR.
2017. Kandungan fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak metanol rumput laut
Kappaphycus alvarezii. Jurnal Media Teknologi Hasil Perikanan. 5
(3): 167–173.
MR, Rifkiyatul Ummah dan Cahyanurani,
Annisa’ Bias. 2020. Studi kualitas air pada tambak budidaya anggur laut (Caulerpa
racemosa) di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP)
Jepara. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan. 11(2), 58-65.
https://doi.org/10.35316/jsapi.v11i2.670
Nursandi, N. M. N. J. 2014. Karakteristik
Kimiawi Rumput Laut Lokal (Caulerpa sp.) Dan Potensinya Sebagai Sumber
Antioksidan Chemical Characteristics of Local Seaweed (Caulerpa sp.) And Its
potential as a Source of Antioxidants. Prosiding Seminar Nasional.
Pangestuti, R., Haq, M., Rahmadi, P., dan
Chun, B. S. 2021. Nutritional value and biofunctionalities of two edible green
seaweeds (Ulva lactuca and Caulerpa racemosa) from Indonesia by
subcritical water hydrolysis. Marine Drugs. 19(10), 578.
https://doi.org/10.3390/md19100578
Picaulima, S. M., Erbabley, N. Y., dan
Kelabora, D. M. 2023. Peningkatan Pendapatan Masyarakat Pesisir Melalui Usaha
Perikanan Budidaya Anggur Laut (Caulerpa Sp) Menggunakan Metode Jaring
Kuadran Sistem Tancap Dasar Di Ohoi Letman, Kabupaten Maluku Tenggara. Selaparang:
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan. 7(1), 58-65.
https://doi.org/10.31764/jpmb.v7i1.13025
Puspita, D., Merdekawati, W., dan
Rahangmetan, N. S. 2019. Pemanfaatan Anggur Laut (Caulerpa recemosa) dalam
Pembuatan Sup Krim Instan. Jurnal Teknologi Industri Pertanian. 29(1). https://doi.org/10.24961/j.tek.ind.pert.2019.29.1.72
Septiyaningrum, I., Utami, M. A. F., dan
Johan, Y. 2020. Identifikasi Jenis Anggur Laut (Caulerpa sp.) Teluk Sepang Kota
Bengkulu. Jurnal Perikanan Unram. 10(2), 195-204.
https://doi.org/10.29303/jp.v10i2.215
Yanuarti, R., dan Pratama, G. 2023.
Aktivitas Antioksidan Pada Ekstrak Etanol 96% Anggur Laut (Caulerpa Racemosa)
Yang Berasal Dari Pantai Cimandiri, Kabupaten Lebak-Banten. Marinade. 6(01),
19-25.
https://doi.org/10.31629/marinade.v6i01.5082
Zaw, N. D. K., Wiradana, P. A., Naw, S.
W., Nege, A. S., Alamsjah, M. A., Akbar, R. E. K., dan Rosi, F. (2020). First
report on molecular identification of Caulerpa green algae from Mandangin
Island Indonesia using Partial 18SrRNA Genes. Journal of Aquaculture
and Fish Health 9(3), 252-265.

.jpg)
Komentar
Posting Komentar